
The Dairy of Ma Yan
Di daerah terpencil bagian barat laut Cina, pada bulan Mei 2001 wartawan Pierre Haski dan rekan-rekannya sedang bersiap-siap meninggalkan Zhangjiashu, sebuah desa kecil yang sedang mereka kunjungi. Tiba-tiba, seorang petani wanita datang mendekat dan mendesak mereka agar berkenan menerima sepucuk surat yang ditulis di belakang kertas pembungkus kacang dan tiga buah buku catatan kecil penuh dengan tulisan yang rapi.
Ketika surat dan buku-buku itu diterjemahkan, mereka oleh kenyataan bahwa mereka memegang buku harian seorang anak berusia tiga belas tahun, Ma Yan, dan sebuah ratapan yang ditulisnya untuk ibunya yang berjudul “Aku Ingin Sekolah”.
Lalu, mulai terjalin persahabatan yang tidak hanya mengubah kehidupan Ma Yan, tapi juga kehidupan ratusan anak desa lainnya yang bisa kembali bersekolah. Dan buku harian Ma Yan kini telah diterbitkan dalam lebih dari empat belas bahasa di seluruh dunia.
Buku harian Ma Yan adalah kisah tentang seorang gadis muda yang ingin memperbaiki kehidupannya yang dibelit kemiskinan. Ia lebih suka menahan lapar agar uangnya bisa tersimpan demi membeli sebuah pena.
Ia merasa prihatin dengan kondisi ibu dan keluarganya. Ini adalah kisah tentang semangat juang yang gigih dan jiwa yang haus akan ilmu pengetahuan. Dituturkan dalam hasrat yang nyata.
“Tidak ada lagi uang untuk bersekolah tahun ini. Aku menggarap ladang agar bisa membayar uang sekolah adikku. Ketika aku mengingat kenangan masa-masa di sekolah, hampir aku bisa membayangkan diriku berada di sana. Betapa inginnya aku belajar! Aki ingin sekolah, Ibu. Betapa senangnya bila aku bisa sekolah selamanya!”-Ma Yan, 13 tahun.
Other Books From - Kesusastraan
Other Books By - Ma Yan, Pierre Haski (Editor)
No Books Available!
Back





Elise
Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Hilang
Koplak
Memento Mori
Berjuta Rasanya
Senja Hujan, dan cerita yang telah usai
Ketika Cinta Butuh Jeda
Milea Suara dari Dilan
Dilan